Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No:
masukkan no. yang dikehendaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi -(catatan kaki lihat versi Cetak)

37. St. Damasus I (366-384)

Damasus lahir di Spanyol. Ia seorang yang sangat terpelajar dan suci. Ia anak seorang imam Spanyol di Roma. Sebelum diangkat menjadi paus kemungkinan besar ia berkarya sebagai diakon di wilayah gereja ayajnya (Jeromeus). Ia terpilih menjadi paus pada 1 Oktober 366. Ia mnyuruh St. Hironimus, sekretarisnya yang amat pandai untuk menerjemahkan Alkitab bahasa Yunani ke bahasa Latin serta mengusahakan suatu kanon Kitab Suci yang mendaftarkan buku-buku Kitab Suci yang ada. Kanon Kitab Suci itu diterima resin dalam Konsili Roma pada tahun 382. Ia dengan gigih membela primat paus dalam masalah-masalah gerejawi. Selama masa pontifikatnya, katakombe-katakombe dibuka kembali dan hati para peziarah di sana dibesarkan olehnya.

Damasus menentang habis-habisan tuntutan-tuntutan Ursicinus, paus tandingan, pendukung ulung Arianisme. Situasi pertikaian semakin menjadi runyam oleh kenyataan bahwa Damasus didukung oleh Feliks II, paus tandingan pada masa kepemimpinan Paus Liberius. Dan Kaisar Valentinus mengasingkan Ursicinus dan para pengikutnya.

Damasus menghukum ajaran-ajaran Arianisme, Appollinarianisme dam Makedonisme. Dalam menghukum ajran sesat ini, Paus Damasus bertindak bijaksana sesuai dengan keputusan-keputusan yang dihasilkan oleh Konsili Kanstantinopel pertama pda tahun 381.

Dalam semua pertikaian ini, Damasus menuntut suatu pengakuan akan primat uskup Roma dalam masalah-masalah gerejawi. Sebagai salah satu hasilnya, beberapa sejawarawan menjuluki Damsus sebagai pengasal klaim/tuntutan paus akan supremasi di dalam Gereja. Ia secara konsekwen bertindak sebagai pemimpin Gereja sesuai apa yang dikatakannya. Kesaksian hidup ini sungguh memperkokoh posisi paus sebagai pemimpin tertinggi Gereja Kristus di dunia. Ia meresmikan pemadahan Mazmur dalam ritus Ambrosius. Ia juga memulai penggunaan kata Yahudi “Alleluya” dalam liturgy.

Sebelum wafatnya pda 11 Desember 384, ia meminta agar jenasahnya tidak dimakamkan bersama paus-paus lain di pemakaman Santo Kallikstus, tetapi bersama ibu dan saudarinya di sebuah gereja kecil di Via Ardeatina. Permintaan itu benar-benar dihargai dan dilaksanakan.